SURABAYA – Pelarian dramatis seorang pria berinisial R, pelaku penusukan di kawasan Jembatan Nginden, Surabaya, akhirnya berakhir tragis. Dua hari setelah menceburkan diri ke Sungai Jagir untuk menghindari amukan massa, jasad R ditemukan meninggal dunia pada Sabtu pagi (31/10/2026).
Tim SAR gabungan menemukan jenazah tersebut sekitar pukul 05.32 WIB. Saat dievakuasi, tubuh R terlihat mengambang dan tersangkut pada rumpun tanaman eceng gondok, tepatnya sekitar dua kilometer dari titik awal ia melompat ke sungai pada Kamis (29/10) malam.
"Setelah ditemukan, tim INAFIS Polrestabes Surabaya langsung melakukan identifikasi di lokasi. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk proses hukum lebih lanjut," ujar sumber dari kepolisian setempat.
Awal Mula Konflik: Dari Gesekan Ringan hingga Penusukan
Peristiwa bermula pada Kamis malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, terjadi gesekan ringan antara dua kendaraan di kawasan Jembatan Nginden. Situasi yang awalnya sepele cepat memanas akibat adu mulut dan saling ejek, yang kemudian berkembang menjadi perkelahian fisik.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menjelaskan bahwa eskalasi kekerasan terjadi sangat cepat. Salah satu pihak diduga mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban.
"Salah satu orang mengeluarkan pisau dan menusuk korban yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit," ungkap Kombes Pol Luthfie dalam keterangannya.
Korban, yang mengalami luka tusuk serius, sempat berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang sedang ramai di lokasi. Melihat massa berdatangan dengan emosi tinggi, pelaku yang berinisial R dilanda kepanikan.
"Dengan kondisi panik karena takut dihakimi massa, pelaku memilih jalan pintas dengan melarikan diri dan menceburkan diri ke Sungai Jagir," tambah Luthfie.
Kondisi Sungai yang Mematikan
Keputusan R untuk melompat ke sungai dinilai sebagai langkah nekat yang berisiko tinggi. Pada saat kejadian, debit air Sungai Jagir sedang berada pada puncak tertinggi. Estimasi kedalaman sungai mencapai delapan meter.
Polisi juga menduga kuat bahwa R tidak memiliki kemampuan berenang. Kombinasi antara arus deras, kedalaman air, dan ketidaktahuan akan teknik bertahan hidup di air membuat peluang selamat bagi R sangat tipis.
"Pencarian dilakukan secara intensif sejak Kamis malam oleh tim gabungan yang melibatkan SAR Pemkot Surabaya, kepolisian, dan relawan. Upaya ini baru membuahkan hasil pada Sabtu pagi," jelasnya.
Motivasi Diduga Dipicu Alkohol
Berdasarkan penyelidikan sementara, motif insiden ini diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras. Empat orang yang berada di dalam mobil milik R diketahui dalam keadaan mabuk saat mereka menegur kendaraan korban. Teguran tersebut memicu kemarahan kedua belah pihak hingga berujung pada aksi kriminal.
Hingga kini, korban penusukan masih menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit. Sementara itu, beberapa orang yang bersama R telah diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Asal-usul serta kepemilikan pisau yang digunakan dalam aksi penusukan masih terus diselidiki oleh pihak berwajib. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat, seraya mengingatkan bahaya konflik jalanan yang dapat berujung fatal.
Editor : Reporter