Rencana Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di pasar PPI Moro Krembangan Surabaya menuai kritikan.
Pasalnya Rencana relokasi yang dilakukan dinilai tidak berpihak kepada pedagang dan tidak berikan solusi konstruktif (pertumbuhan ekonomi) bagi pedagang kecil.
Slamet alias "Baong" aktivis 98 angkat bicara dalam pemindahan lapak PKL pasar PPI tersebut tidak berpihak kepada pedagang kecil.
Mbah Baong menilai langkah yang dilakukan Kelurahan Moro krembangan terlalu memaksakan tanpa adanya solusi yang konstruktif"Jelas Baong kepada media ini.
Ia meminta pihak kelurahan Morokrembangan dan kecamatan Krembangan menghentikan penggusuran paksa di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Menurutnya, negara punya kewajiban menyediakan pekerjaan layak. Saat warga berusaha mandiri, pemerintah seharusnya menata, bukan mematikan usaha.
Mbah Baog menyebut rencana relokasi yang akan dilakukan bukan solusi yang diberikan kepada pedagang malah hanya merugikan."imbuhnya.
Pedagang kehilangan penghasilan. Di sisi lain, anggaran daerah terbuang untuk tindakan yang tidak produktif.
"Saya sebagai pembayar pajak tidak rela jika uang pajak dipakai untuk membiayai aksi 'ngobrak-ngobrak' (penggusuran.Red) tanpa adanya skema yang jelas, seharusnya ditata matang, dan tujuannya meningkatkan pendapatan pedagang," kata Baong kepada Media Onemenit.com, Rabu, 4 Juni 2026.
Ia mendorong pemetaan masalah dilakukan lebih dulu oleh pihak kelurahan, dan kecamatan diminta bekerja berbasis data sebelum bertindak.
Jika PKL menempati lahan milik Pemkot, harus ada kajian optimalisasi aset. Penanganan tidak bisa seragam.
Baong juga memberi contoh kondisi di lapangan rencana pembangunan Pasar.
Lapaknya belum tersedia sudah terjadi penggeseran,
Editor : Redaksi