Misteri Kematian Anas Mahfud Di Probolinggo: Motor Menyala, Barang Utuh, Polisi Singkirkan Motif Pembegalan

Reporter : Reporter

PROBOLINGGO, One Menit.Com – Suasana malam di Jalan Raya Patalan, Kabupaten Probolinggo, mendadak berubah mencekam pada Minggu (1/11/2026) malam. Seorang pemuda berusia 19 tahun, Anas Mahfud, ditemukan tewas bersimbah darah di tengah jalan raya. Kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang tidak lazim memicu dugaan kuat bahwa korban menjadi sasaran pembunuhan berencana atau penganiayaan berat, bukan aksi pembegalan biasa.

Korban, warga Dusun Posong, Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto tersebut, ditemukan oleh warga sekitar pukul 22.00 WIB. Saat ditemukan, tubuh Anas terbaring tak bernyawa dengan luka serius akibat sabetan senjata tajam jenis celurit di bagian leher.

Skenario TKP yang Aneh

Hal yang paling menarik perhatian penyidik dan warga adalah kondisi sekeliling jenazah. Sepeda motor Honda Vario milik Anas terparkir dalam keadaan mesin masih menyala, hanya berjarak sekitar lima meter dari posisi tubuhnya ditemukan. Lebih mengejutkan lagi, seluruh barang berharga milik korban, termasuk dompet dan ponsel, masih utuh dan tidak ada tanda-tanda perampasan.

Fakta ini menjadi kunci awal dalam penyelidikan. Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Didik Hariyono, menegaskan bahwa pola kejadian ini sangat berbeda dengan modus operandi pembegal pada umumnya.

"Jika ini kasus begal, dipastikan harta korban seperti sepeda motor dan dompet sudah hilang dibawa pelaku. Karena semuanya masih lengkap dan motor bahkan dalam keadaan menyala, kami menduga kuat ini adalah sasaran penganiayaan atau pembunuhan dengan motif tertentu," ujar AKP Didik saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2026).

Profil Korban dan Langkah Investigasi

Anas Mahfud diketahui bekerja sebagai pegawai di sebuah koperasi mingguan atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai Bank Mekar. Reputasinya sebagai pekerja keras membuat kematian tragis ini semakin menyisakan tanda tanya besar mengenai siapa yang memiliki dendam atau motif untuk mencelakainya.

Tak lama setelah laporan diterima, tim forensik dan penyidik Polres Probolinggo Kota langsung turun ke lokasi. Akses jalan penghubung antardesa di area tersebut sempat ditutup total dengan pemasangan garis polisi untuk menjaga keutuhan bukti dan memudahkan proses olah TKP.

Jenazah Anas kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Moh. Saleh di Kota Probolinggo untuk menjalani visum et repertum (autopsi). Hasil autopsi diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih rinci mengenai penyebab pasti kematian dan jenis senjata yang digunakan.

Pemburuan Pelaku Intensif

Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku masih buron. Polisi telah mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan penelusuran jejak, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi jika tersedia, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang mungkin melihat gelagat mencurigakan sebelum kejadian.

"Hingga saat ini kami masih mendalami motif apa yang mendasari tindakan pelaku terhadap korban. Kami juga terus melakukan penelusuran intensif untuk memburu pelaku agar segera ditangkap dan dijerat dengan pasal yang sesuai," tambah Didik.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Probolinggo. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada, namun tidak perlu panik berlebihan karena aparat keamanan telah meningkatkan patroli di wilayah tersebut. Siapa pun yang memiliki informasi terkait pergerakan mencurigakan di sekitar Jalan Raya Patalan pada malam kejadian diminta segera menghubungi pihak kepolisian.

Editor : Reporter

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru