Gempur Titik Rawan Kriminalitas, Polres Tanjung Perak Gelar Operasi Gabungan Cegah Gangster Hingga Balap Liar

memorandum
memorandum

SURABAYA – Suasana malam di kawasan utara Surabaya terasa lebih kondusif usai Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Tanjung Perak menggelar operasi patroli skala besar. Bertajuk Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), ratusan personel gabungan menyisir sejumlah titik rawan kriminalitas mulai Sabtu (24/10/2026) malam hingga Minggu (25/10/2026) dini hari.

 

Operasi ini merupakan respons tegas kepolisian terhadap sejumlah laporan masyarakat terkait maraknya aksi premanisme (gangster), tawuran antar-remaja, balap liar, serta kejahatan jalanan lainnya yang kerap meresahkan warga di wilayah hukum Pelabuhan Tanjung Perak.

 

Sasaran Strategis di Pusat Keramaian

 

Dalam operasinya, personel tidak hanya melakukan patroli keliling, tetapi juga melakukan stop and check serta penyisiran intensif di lokasi-lokasi yang secara historis menjadi episentrum gangguan ketertiban umum.

 

Adapun titik-titik prioritas yang disisir meliputi:

* Pos Polisi Jalan Jakarta: Area strategis yang sering menjadi jalur lintasan kendaraan bermotor kecepatan tinggi.

* Pos Lalu Lintas Jalan Demak: Titik rawan kemacetan yang kerap dimanfaatkan untuk aksi ugal-ugalan.

* Kawasan Kya-Kya Kembang Jepun: Pusat kuliner dan wisata malam yang padat pengunjung, sehingga rentan terhadap pencopetan dan konflik sosial.

* Pos Pengamanan Bersama Masyarakat (PBM) Jalan Kunti: Lokasi yang melibatkan partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

 

Kombinasi antara kehadiran polisi yang masif dan pengawasan di area vital ini bertujuan untuk memutus mata rantai potensi kejahatan sebelum terjadi.

 

Memberi Rasa Aman, Bukan Sekadar Penindakan

 

Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menegaskan bahwa tujuan utama dari operasi ini bukan semata-mata penindakan represif, melainkan upaya preventif untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

 

"Patroli ini kami lakukan untuk mencegah tindak kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami ingin warga merasa terlindungi, baik saat beraktivitas di siang hari maupun saat beristirahat di malam hari," ujar Iptu Suroto dalam keterangan resminya, Minggu (25/10/2026).

 

Iptu Suroto menambahkan, pendekatan humanis tetap diterapkan selama operasi. Personel diinstruksikan untuk melakukan imbauan edukatif kepada para remaja atau pengendara yang terlihat mencurigakan, sebelum mengambil tindakan hukum jika ditemukan pelanggaran nyata.

 

Sinergi Warga dan Aparat Kunci Keberhasilan

 

Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi mitra dalam menjaga keamanan. Warga diimbau untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau tindak kriminalitas yang mereka saksikan.

 

"Masyarakat adalah mata dan telinga kami di lapangan. Jika melihat atau mengalami tindak kriminalitas, segera laporkan melalui layanan Call Center Polri 110 yang bebas pulsa. Respons cepat dari warga akan sangat membantu kami dalam menangani kasus secara efektif," tambah Suroto.

 

Evaluasi Jangka Panjang

 

Meski operasi malam itu berjalan lancar dan berhasil mengamankan beberapa pelanggar lalu lintas serta membubarkan kumpulan remaja yang berpotensi tawuran, tantangan penegakan hukum di kota metropolitan seperti Surabaya tetap kompleks.

 

Para pengamat keamanan menilai, keberhasilan jangka panjang dalam menekan angka gangsterisme dan balap liar tidak hanya bergantung pada frekuensi patroli, tetapi juga pada konsistensi penegakan hukum dan adanya wadah positif bagi generasi muda. Namun, langkah tegas Polres Tanjung Perak ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa aparat tidak toleran terhadap gangguan ketertiban umum yang meresahkan warga.

 

Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak terpantau kondusif dan terkendali.

Editor : Reporter