Jaringan Curanmor Lintas Pulau Surabaya-NTT Dibongkar, Tersangka Diamankan Setelah Ditembak Di Kaki

gresiknews
gresiknews

SURABAYA – Tim Reskrim Polsek Bubutan, Polresta Surabaya, berhasil membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beroperasi lintas pulau. Aksi kriminal ini melibatkan pengiriman motor hasil curian dari Jawa Timur menuju Nusa Tenggara Timur (NTT).

Satu tersangka berinisial BHR (26), warga Sampang, Madura, telah diamankan setelah melalui proses penangkapan yang menegangkan. Dari pengakuannya, BHR telah melakukan aksinya di delapan lokasi berbeda yang tersebar di wilayah Surabaya dan Gresik.

Koneksi Langsung dengan Penadah di NTT

Kapolsek Bubutan, Kompol Sandi Putra, mengungkapkan bahwa modus operandi kelompok ini cukup terstruktur. Motor-motor hasil curian tidak dijual secara sembarangan di pasar gelap lokal. Sebaliknya, seluruh kendaraan tersebut dikumpulkan dan dikirim ke kawasan Nusa Tenggara Timur untuk dijual.

"Mereka terkoneksi dengan penadah langsung di Nusa Tenggara Timur," ungkap Kompol Sandi, Sabtu (24/10/2026).

Hingga saat ini, polisi masih terus memburu sosok penadah di NTT yang diduga menjadi ujung tombak distribusi barang bukti kejahatan tersebut. Penadah tersebut dianggap sebagai mata rantai krusial dalam jaringan ini.

Penangkapan Penuh Ketegangan

Proses pengamanan BHR tidak berjalan mulus. Saat hendak ditangkap, tersangka yang merupakan residivis kasus kriminal ini sempat melawan petugas dengan menggunakan senjata tajam. Mengingat ancaman keselamatan jiwa yang dihadapi anggota polisi, tim gabungan terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan BHR menggunakan tembakan pada kedua kakinya.

BHR kini dalam tahanan polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait keterlibatannya dalam puluhan kasus kehilangan kendaraan bermotor di wilayah hukum Polresta Surabaya.

Jejak Keluarga Pelaku Kriminal

Fakta mengejutkan lainnya terungkap selama penyelidikan. BHR ternyata memiliki hubungan darah dengan pelaku kejahatan serupa yang sebelumnya telah lebih dulu diringkus oleh aparat. BHR adalah kakak kandung dari seorang pelaku jaringan curanmor internasional yang sebelumnya telah divonis bersalah.

Hal ini mengindikasikan adanya pola pewarisan atau keterlibatan keluarga dalam praktik kejahatan terorganisir yang memanfaatkan celah keamanan antar-daerah.

Peringatan bagi Masyarakat

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan kendaraan bermotor, terutama di area publik. Polisi juga mengimbau kepada pemilik kendaraan untuk melengkapi keamanan tambahan seperti kunci ganda atau alat pelacak GPS.

Polresta Surabaya berkomitmen untuk terus mengejar sisa jaringan, khususnya penadah di NTT, untuk memutus mata rantai perdagangan ilegal kendaraan hasil curian ini. Penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap apakah ada pihak lain yang terlibat dalam logistik pengiriman antar-pulau tersebut.

Editor : Reporter