Gresik – Kecemasan menyelimuti keluarga Khekhe dan istrinya di kawasan Driyorejo, Gresik. Putri mereka yang berusia 14 tahun, Callista Putri Amarullah, atau yang akrab disapa Caca (Aca), dilaporkan hilang sejak Minggu malam (25/10/2026). Hingga hari ini, Selasa (27/10/2026), keberadaan remaja tersebut masih menjadi misteri.
Kasus ini telah resmi ditangani oleh Polres Gresik setelah awalnya dilaporkan ke Polsek Driyorejo. Pelacakan intensif kini tengah dilakukan, melibatkan jejak digital terakhir dari ponsel korban yang terdeteksi di wilayah Surabaya.
Kronologi Hilangnya Caca
Berdasarkan penuturan orang tua korban, insiden bermula pada Minggu sore, 25 Oktober 2026. Saat itu, kedua orang tua Caca sedang sibuk mengirim paket. Caca meminta izin untuk berkunjung ke rumah seorang teman. Dengan ringan, ia berjanji akan kembali ke rumah paling lambat pukul 19.00 WIB.
Namun, jarum jam terus berputar hingga larut malam, Caca tak kunjung pulang. Kekhawatiran mulai menghantui sang ibu. Keluarga pun segera berupaya menghubungi teman yang dimaksud, namun hasilnya nihil; Caca tidak ditemukan di lokasi tersebut.
Puncak kekhawatiran muncul ketika pelacakan melalui sinyal ponsel dilakukan. Data menunjukkan bahwa lokasi terakhir ponsel Caca terdeteksi pada pukul 00.40 WIB dini hari, Senin (26/10/2026). Titik koordinat tersebut berada di kawasan Simo, Surabaya, tepatnya di area dekat jalan tol. Setelah waktu tersebut, sinyal ponselnya mati total dan tidak lagi terdeteksi.
Ciri-Ciri Fisik dan Kendaraan
Untuk mempermudah identifikasi oleh masyarakat, pihak keluarga dan kepolisian merilis ciri-ciri fisik Caca serta kendaraan yang terakhir ia gunakan:
* Fisik: Tinggi badan sekitar 166 cm, bertubuh agak berisi, dengan kulit sawo matang. Rambutnya berwarna cokelat bergelombang dengan panjang melewati bahu. Tanda khas yang mudah dikenali adalah adanya tahi lalat di bawah dagu.
* Pakaian Terakhir: Mengenakan kaus hitam berkerah V-neck (V-neck) dipadukan dengan celana panjang berwarna putih.
* Kendaraan: Caca mengendarai sepeda motor Honda Scoopy berwarna putih dengan nomor polisi L 3331 BBE. Masyarakat diminta untuk memperhatikan detail unik pada motor tersebut, yaitu bagian spion kiri yang pecah.
Imbauan Kepolisian dan Media
Menanggapi hilangnya Caca, Kapolres Gresik melalui jajaran Polsek Driyorejo telah membuka jalur komunikasi bagi siapa saja yang memiliki informasi. Kasus ini mendapat sorotan luas setelah dimuat oleh Suara Surabaya, yang turut membantu menyebarkan informasi pencarian.
Gatekeeper Suara Surabaya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif namun tetap bijak. Jika Anda melihat sosok remaja perempuan dengan ciri-ciri tersebut, atau menemukan kendaraan Honda Scoopy bernopol L 3331 BBE dengan spion kiri pecah di wilayah Gresik, Surabaya, atau sekitarnya, mohon segera melapor.
Kontak Darurat:
* Telepon Gatekeeper Suara Surabaya: 031-99000000
* WhatsApp: 08553010055
Dalam siaran persnya, media setempat menekankan pentingnya empati dalam kasus ini. Masyarakat dihimbau untuk menghindari penyebaran hoaks, spekulasi liar, atau komentar negatif yang dapat merugikan psikologis keluarga korban serta menghambat proses penyelidikan. Privasi dan keselamatan anak adalah prioritas utama.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari keluarga, relawan, dan aparat kepolisian masih terus melakukan penyisiran di area terakhir sinyal terdeteksi, yakni sekitar Simo, Surabaya, serta memperluas radius pencarian ke wilayah perbatasan Gresik-Surabaya.
Keluarga besar Caca hanya berharap putrinya segera pulang dalam keadaan selamat. Doa dan dukungan moral dari masyarakat sangat dinantikan di masa-masa penuh kecemasan ini.
Editor : Reporter